Menu

Mode Gelap
Sebanyak 70 Orang di Kentucky, AS Tewas usai Diterjang Tornado Dahsyat Kemendag Cabut Larangan Penjualan Minyak Goreng Curah Berita Populer: Uji Coba Gage ke Anyer-Kunjungan Wisman 2022 Diprediksi Rendah Bosen Kerja Kantoran? Jadi Atlet MMA Aja! Di Negeri Sawit, Minyak Goreng Tak Terjangkau Belum Punya Mobil saat Merintis Karier, Andre Taulany: Ke Mana-mana Naik Angkot

Pemerintah

Mas Rusdi Dorong Kolaborasi Lintas Sektor untuk Perkuat Gizi Anak Sekolah

badge-check


					Mas Rusdi Dorong Kolaborasi Lintas Sektor untuk Perkuat Gizi Anak Sekolah Perbesar

OBORNASIONAL.COM, PASURUAN – Pemerintah Kabupaten Pasuruan terus memperkuat langkah peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) melalui pemenuhan gizi masyarakat.

Sejumlah strategi dan kebijakan digulirkan secara terukur dan berkelanjutan, dengan menggandeng Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) serta World Food Programme (WFP).

Dalam Rapat Koordinasi Multi Pemangku Kepentingan di Pendopo Nyawiji Ngesti Wenganing Gusti, Kamis (13/11/2025), Bupati Pasuruan Rusdi Sutejo atau akrab disapa Mas Rusdi menjabarkan arah kebijakan daerah dalam mendukung pemenuhan gizi bagi anak usia sekolah.

Upaya itu sejalan dengan implementasi Rencana Aksi Nasional Peningkatan Kesejahteraan Anak Usia Sekolah dan Remaja (RAN-PIJAR).

“Saya berterima kasih atas kunjungan Kemenko PMK dan World Food Programme. Banyak hal yang bisa kami pelajari untuk memperbaiki dan memaksimalkan pelaksanaan program gizi agar sesuai dengan harapan pemerintah pusat dan masyarakat Kabupaten Pasuruan,” ujar Mas Rusdi.

Dalam forum tersebut, Mas Rusdi memaparkan lima strategi utama pemenuhan gizi anak, di antaranya melalui perluasan akses layanan kesehatan dan gizi berkualitas lewat Gerakan Sekolah Sehat (GSS) dan Makan Bergizi Gratis (MBG).

Sebagai tindak lanjut, Pemkab Pasuruan berkolaborasi dengan Kemenko PMK dan World Food Programme merancang model gizi anak sekolah terintegrasi bagi anak usia 6–12 tahun, termasuk kelompok dengan risiko gizi kurang.

Program ini melibatkan berbagai pihak, mulai dari orang tua, guru, tenaga kesehatan hingga organisasi kemasyarakatan dan komunitas remaja.

“Model ini kami rancang agar pelaksanaannya berjalan terpadu dan efektif. Pemerintah daerah membangun sistem kolaboratif lintas sektor antara pendidikan, kesehatan, dan masyarakat,” tutur Mas Rusdi.

Ia menambahkan, keberhasilan Pemkab Pasuruan dalam menurunkan angka stunting turut mendapat apresiasi dari pemerintah pusat berupa insentif fiskal Rp 7 miliar.

“Stunting, obesitas, dan anemia menjadi tantangan bersama. Di Pasuruan, anak usia 0–14 tahun mencapai 22,5 persen dari total penduduk 1,6 juta jiwa. Karena itu, program MBG kami kawal secara berkala agar tepat sasaran,” ujarnya menegaskan.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

DPRD Pasuruan Siap Bahas Raperda Kerja Sama Daerah untuk Propemperda 2026

16 Juni 2026 - 23:11 WIB

Ketua Dekranasda Pasuruan Dorong Perajin Batik Perluas Pasar Digital

16 Juni 2026 - 17:52 WIB

Doa Bersama Sambut 1 Muharram, Bupati Pasuruan Ajak Warga Jadikan Semangat Hijrah sebagai Inspirasi

15 Juni 2026 - 19:25 WIB

Sedekah Bumi Rekesan, Cara Warga Lereng Arjuno Merawat Tradisi dan Kebersamaan

14 Juni 2026 - 18:17 WIB

Polisi Tangkap Terduga Pengedar Sabu di Lumbang, Sembunyikan Barang Bukti di Ikatan Gorden

12 Juni 2026 - 13:18 WIB

Trending di Headline