Menu

Mode Gelap
Sebanyak 70 Orang di Kentucky, AS Tewas usai Diterjang Tornado Dahsyat Kemendag Cabut Larangan Penjualan Minyak Goreng Curah Berita Populer: Uji Coba Gage ke Anyer-Kunjungan Wisman 2022 Diprediksi Rendah Bosen Kerja Kantoran? Jadi Atlet MMA Aja! Di Negeri Sawit, Minyak Goreng Tak Terjangkau Belum Punya Mobil saat Merintis Karier, Andre Taulany: Ke Mana-mana Naik Angkot

Pemerintah

Tingkatkan Kemandirian Ekonomi, 175 KPM PKH Pasuruan Ikuti Pelatihan Pembuatan Kue Bernutrisi

badge-check


					Tingkatkan Kemandirian Ekonomi, 175 KPM PKH Pasuruan Ikuti Pelatihan Pembuatan Kue Bernutrisi Perbesar

OBORNASIONAL.COM, PASURUAN – Ratusan keluarga penerima manfaat (KPM) Program Keluarga Harapan (PKH) di Kabupaten Pasuruan mengikuti pelatihan pembuatan kue bernutrisi yang digelar Dinas Sosial setempat, Selasa, 2 Desember 2025.

Kegiatan yang dipusatkan di UPT LKD Kabupaten Pasuruan itu dibuka oleh Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Pasuruan, Merita Rusdi Sutejo.

Pelaksana tugas Kepala Dinas Sosial Kabupaten Pasuruan, Fathurrahman, mengatakan pelatihan tersebut dirancang untuk meningkatkan keterampilan dan kemandirian ekonomi penerima manfaat.

“Tujuannya untuk menambah kapasitas ekonomi sekaligus memperkuat pengetahuan gizi. Ini bagian dari upaya pencegahan stunting melalui usaha pembuatan kue bernutrisi,” ujarnya.

Sebanyak 175 KPM PKH dijadwalkan mengikuti pelatihan selama empat hari, mulai 2 hingga 5 Desember 2025.

Mereka mendapatkan materi tentang higienitas dan keamanan pangan, pembuatan kue ekonomis dan bergizi, teknik pengolahan dan pengemasan, hingga strategi pemasaran sederhana melalui media sosial.

Untuk mendukung praktik usaha, para peserta juga menerima bantuan peralatan produksi seperti mixer, oven, dan loyang.

“Kami menghadirkan tenaga ahli tata boga dari UPT LKD agar peserta bisa langsung praktik dan memahami teknik dasar secara benar,” kata Fathurrahman.

Ketua TP PKK Kabupaten Pasuruan, Merita Rusdi Sutejo, menekankan pentingnya keterampilan sederhana yang bisa dikembangkan para ibu rumah tangga menjadi sumber ekonomi tambahan.

“Dengan kemampuan membuat produk pangan yang aman dan bergizi, ibu-ibu bisa meningkatkan pendapatan sekaligus memenuhi kebutuhan gizi keluarga,” ujarnya.

Ia juga mengingatkan pentingnya pemilihan bahan pangan yang bernutrisi serta penerapan kebersihan selama proses produksi.

Merita mencontohkan bahan seperti pisang yang kaya vitamin dan mineral dapat diolah menjadi makanan sehat untuk konsumsi harian.

“Pendapatan yang meningkat dan pengetahuan gizi yang baik akan berdampak langsung pada pencegahan stunting,” katanya.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

PT Tirta Fresindo Jaya Santuni 60 Anak Yatim di Kejayan saat Ramadan

18 Maret 2026 - 16:06 WIB

Kepala Desa Kepulungan Santuni 160 Janda Dhuafa Setiap Bulan Ramadhan

17 Maret 2026 - 20:26 WIB

DPRD Pasuruan Ajukan 1.838 Usulan Pokir untuk RKPD 2027

16 Maret 2026 - 21:08 WIB

Pemkab Pasuruan Jajaki Pembiayaan dengan PIP Kemenkeu untuk UMKM dan Program MBG

12 Maret 2026 - 21:49 WIB

TNI Tutup TMMD ke-127 di Pasuruan, Pangdam V/Brawijaya Apresiasi Dukungan Pemkab

11 Maret 2026 - 21:41 WIB

Trending di Headline