OBORNASIONAL.COM, PASURUAN KOTA – Ribuan warga memadati Taman Harmoni Kota Pasuruan, Minggu, 8 Februari 2026, untuk mengikuti Kirab Hari Jadi ke-340 Kota Pasuruan. Perayaan tahunan ini menjadi ruang perjumpaan antara sejarah, budaya, dan ekspresi kebersamaan warga kota yang telah berdiri lebih dari tiga abad.
Kirab dikemas dalam balutan budaya dan hiburan rakyat. Kehadiran pelawak legendaris Kirun dan Kadir menjadi salah satu penanda kuat antusiasme publik. Gelak tawa warga pecah, menandai suasana perayaan yang cair dan akrab.

Di sisi lain, bazar UMKM bertema jajanan jadul pasar menjadi magnet tersendiri. Beragam kuliner tradisional disajikan secara gratis dan dinikmati masyarakat dari pagi hingga malam hari. Aktivitas ini menyatu dengan pelaksanaan Car Free Day dan Car Free Night yang mengubah ruang kota menjadi arena publik yang lebih ramah bagi warga.
Penampilan Polisi Cilik (Pocil) Sekolah Rakyat turut menyedot perhatian. Pemerintah Kota Pasuruan juga memberikan penghargaan kepada atlet-atlet berprestasi yang dinilai telah membawa nama daerah di tingkat regional maupun nasional.
Wali Kota Pasuruan Adi Wibowo menyebut peringatan Hari Jadi ke-340 sebagai momentum refleksi perjalanan Kota Pasuruan sekaligus titik tolak menatap masa depan.
“Usia 340 tahun ini menjadi momentum refleksi. Banyak capaian yang sudah kita raih, tetapi masih banyak pekerjaan rumah yang harus kita selesaikan bersama,” kata Adi Wibowo di sela kegiatan kirab.
Ia menegaskan, semangat rukun dan gotong royong menjadi ruh utama peringatan hari jadi tahun ini. Menurut dia, pembangunan kota tidak dapat hanya bertumpu pada pemerintah, melainkan membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat.
“Ini bukan hanya milik pemerintah, tetapi milik seluruh warga Kota Pasuruan. Kita ingin membangun kota ini dengan semangat guyub rukun,” ujarnya.
Dalam rangkaian peringatan hari jadi, Pemerintah Kota Pasuruan sebelumnya juga menggelar sarasehan terkait Peraturan Wali Kota tentang pakaian khas Kota Pasuruan. Pakaian tersebut digali dari nilai historis dan terinspirasi dari sosok Untung Surapati, yang dinilai merepresentasikan identitas dan karakter kota.
“Ini bukan sekadar soal busana, tetapi jati diri Kota Pasuruan. Dari sejarah itulah kita membangun kebanggaan,” kata Adi.
Menurut Adi Wibowo, sekitar 40 kegiatan digelar dalam rangka Hari Jadi ke-340 Kota Pasuruan. Di tengah keterbatasan anggaran, pemerintah daerah berupaya memaksimalkan pendapatan serta meningkatkan kualitas pelayanan publik sesuai visi pembangunan kota.
Kirab Hari Jadi ke-340 Kota Pasuruan turut dihadiri Wakil Wali Kota Pasuruan, Ketua TP PKK, Sekretaris Daerah, jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah, Ketua DPRD, camat, lurah, hingga perwakilan tokoh pemuda dan masyarakat.(*)














