OBORNASIONAL.COM, KOTA PASURUAN – Ketua TP PKK Kota Pasuruan, Suryani Firdaus, menyoroti pentingnya keterlibatan orang tua dalam mencegah perkawinan anak di tengah derasnya arus digitalisasi.
Pernyataan itu disampaikan saat membuka Sosialisasi Pola Asuh Anak dan Remaja di Era Digital (PAAREDI) bertema “Cegah Perkawinan Anak” di Ruang Pertemuan TP PKK Kota Pasuruan. Rabu 29 April 2026.

Menurut Suryani, kemajuan teknologi yang semakin mudah diakses anak-anak menghadirkan tantangan baru dalam pola pengasuhan. Orang tua, kata dia, dituntut untuk tetap hadir dan aktif mendampingi anak agar tidak terpapar pengaruh negatif, termasuk risiko pernikahan dini.
Ia menegaskan, perkawinan anak masih menjadi persoalan serius yang memerlukan perhatian lintas pihak, mulai dari pemerintah hingga lingkungan keluarga.
“Anak yang menikah di bawah usia 19 tahun umumnya belum siap secara fisik, mental, maupun reproduksi,” ujarnya.
Suryani juga mengingatkan sejumlah dampak yang ditimbulkan dari pernikahan dini, seperti putus sekolah, risiko kesehatan ibu dan anak, hingga potensi kekerasan dalam rumah tangga akibat ketidaksiapan pasangan.
Melalui program PAAREDI, TP PKK Kota Pasuruan, khususnya Pokja I, berupaya memperkuat peran orang tua sebagai pendidik utama di lingkungan keluarga. Ia menekankan pentingnya komunikasi yang terbuka antara orang tua dan anak.
“Orang tua perlu memahami dunia anak dan menjadi ruang aman untuk berbagi,” kata Suryani.
Ia mengajak kader PKK serta masyarakat untuk turut berperan aktif dalam upaya pencegahan perkawinan anak, sebagai bagian dari upaya membangun generasi yang sehat dan berkualitas.(*)














