Menu

Mode Gelap
Sebanyak 70 Orang di Kentucky, AS Tewas usai Diterjang Tornado Dahsyat Kemendag Cabut Larangan Penjualan Minyak Goreng Curah Berita Populer: Uji Coba Gage ke Anyer-Kunjungan Wisman 2022 Diprediksi Rendah Bosen Kerja Kantoran? Jadi Atlet MMA Aja! Di Negeri Sawit, Minyak Goreng Tak Terjangkau Belum Punya Mobil saat Merintis Karier, Andre Taulany: Ke Mana-mana Naik Angkot

Pemerintah

Ketua Dekranasda Pasuruan Dorong Perajin Batik Perluas Pasar Digital

badge-check


					Ketua Dekranasda Pasuruan Dorong Perajin Batik Perluas Pasar Digital Perbesar

OBORNASIONAL.COM, PASURUAN – Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kabupaten Pasuruan, Merita Rusdi Sutejo, mengunjungi Galeri Batik Nurita di Desa Cangkringmalang, Kecamatan Beji, Senin, 16 Juni 2026.

Kunjungan itu menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah dalam mendorong pengembangan industri batik dan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Kabupaten Pasuruan.

Didampingi Kepala Dinas Koperasi dan Perdagangan Kabupaten Pasuruan, Taufikhul Ghoni, Merita tidak hanya melihat proses produksi batik, tetapi juga membeli sejumlah produk yang dihasilkan perajin setempat.

“Ini karya dan produk lokal yang sangat bagus. Saya juga beberapa kali memesan batik di Ibu Nurita,” kata Merita saat berkunjung.

Menurut dia, perkembangan industri batik di Kabupaten Pasuruan menunjukkan tren positif dalam beberapa tahun terakhir. Saat ini terdapat sekitar 114 perajin batik yang tersebar di berbagai wilayah dengan motif dan karakteristik khas masing-masing.

Merita mengatakan pemerintah daerah terus berupaya meningkatkan daya saing para perajin melalui berbagai program, mulai dari pelatihan teknis, fasilitasi pameran hingga penguatan pemasaran berbasis digital.

“Yang paling kami tekankan saat ini adalah pelatihan penjualan secara online. Dengan pemasaran digital, jangkauan pasar menjadi lebih luas dan transaksi dengan konsumen dari luar daerah lebih mudah dilakukan,” ujarnya.

Selain itu, Pemerintah Kabupaten Pasuruan juga menerapkan kebijakan penggunaan batik di lingkungan pemerintahan sebagai bentuk dukungan terhadap produk lokal.

Sementara itu, pemilik Galeri Batik Nurita, Nurita, menjelaskan usaha batiknya dirintis sejak akhir 2013 melalui program pembinaan tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) PT Sorini. Setelah melewati proses pembelajaran dan pengembangan usaha, produknya mulai berkembang pesat sejak 2018.

Kini, hasil karya Batik Nurita tidak hanya dipasarkan di tingkat lokal, tetapi juga telah menjangkau pasar nasional hingga mancanegara.

Dalam menjalankan usahanya, Nurita melibatkan masyarakat sekitar, khususnya ibu rumah tangga, untuk ikut serta dalam proses produksi batik.

“Kami memberdayakan ibu-ibu rumah tangga yang belum memiliki pekerjaan untuk membatik bersama. Saat ini ada tujuh orang yang bekerja setiap hari, selain beberapa lainnya yang mengerjakan dari rumah,” kata Nurita.

Menurut dia, keterlibatan warga sekitar menjadi bagian dari upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekaligus menjaga keberlangsungan industri batik lokal di Kabupaten Pasuruan.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Pasuruan United Rayakan Gelar Juara Liga 4 Piala Presiden 2026, Diarak Keliling Bangil hingga Disambut Bupati

12 Juli 2026 - 20:22 WIB

Pasuruan United Juara Liga 4 Piala Presiden 2026, Promosi ke Liga 3

11 Juli 2026 - 20:16 WIB

Pemkab Pasuruan Salurkan BLT DBHCHT Rp12,6 Miliar untuk 10.500 Buruh Rokok

10 Juli 2026 - 18:58 WIB

RSUD Bangil Luncurkan Paket MCU Sekolah untuk Persiapan Tahun Ajaran Baru

4 Juli 2026 - 09:17 WIB

Bupati Pasuruan: Film Petaka Gunung Welirang Bisa Jadi Media Promosi Wisata Daerah

3 Juli 2026 - 22:49 WIB

Trending di Headline