Menu

Mode Gelap
Sebanyak 70 Orang di Kentucky, AS Tewas usai Diterjang Tornado Dahsyat Kemendag Cabut Larangan Penjualan Minyak Goreng Curah Berita Populer: Uji Coba Gage ke Anyer-Kunjungan Wisman 2022 Diprediksi Rendah Bosen Kerja Kantoran? Jadi Atlet MMA Aja! Di Negeri Sawit, Minyak Goreng Tak Terjangkau Belum Punya Mobil saat Merintis Karier, Andre Taulany: Ke Mana-mana Naik Angkot

Pemerintah

RSUD Grati Luncurkan Smart Operating Theatre untuk Tingkatkan Layanan Bedah

badge-check


					RSUD Grati Luncurkan Smart Operating Theatre untuk Tingkatkan Layanan Bedah Perbesar

OBORNASIONAL.COM, PASURUAN – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Grati, Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur, menghadirkan layanan baru berupa Smart Operating Theatre atau ruang operasi pintar guna menjawab meningkatnya kebutuhan tindakan bedah dan kasus kegawatdaruratan di jalur Pantura.

Layanan tersebut mulai dioperasikan sejak sepekan terakhir dan resmi diluncurkan oleh Wakil Bupati Pasuruan, Shobih Asrori, pada Rabu, 18 Februari 2026.

Direktur RSUD Grati, drg. Dyah Retno Lestari, mengatakan kehadiran Smart Operating Theatre merupakan bagian dari upaya peningkatan mutu layanan kesehatan dan keselamatan pasien. Rumah sakit juga berupaya memastikan infrastruktur yang mendukung efisiensi kerja tenaga medis di ruang operasi.

“Adanya Smart Operating Theatre ini bagian dari inovasi RSUD Grati yang adaptif dan berorientasi pada upaya penyelamatan pasien secara maksimal,” kata Retno di ruang kerjanya, Jumat, 20 Februari 2026.

Menurut Retno, ruang operasi pintar tersebut memiliki sejumlah keunggulan. Pertama, sistem pengaturan tekanan udara positif dan negatif yang dapat diatur sesuai kebutuhan tindakan medis. Sistem ini berfungsi melindungi pasien dan tenaga kesehatan sekaligus meminimalkan risiko infeksi.

Kedua, integrasi ruang operasi dengan sistem informasi manajemen rumah sakit (SIMRS). Data rekam medis pasien, termasuk hasil radiologi dan laboratorium, dapat diakses secara real time selama tindakan berlangsung.

“Semua data rekam medis terintegrasi dengan layanan penunjang lainnya, sehingga operator ruang operasi dapat langsung melihat kondisi terbaru pasien sesuai tindakan yang dilakukan,” ujarnya.

Ketiga, penggunaan pintu otomatis berbahan galvanized steel dengan sistem hermetic, yakni pintu kedap udara khusus ruang steril untuk mencegah kontaminasi dari luar ruangan.

Retno berharap fasilitas baru tersebut dapat mempersingkat antrean operasi dan mengurangi kebutuhan rujukan pasien ke luar daerah. Selain itu, ruang operasi yang lebih steril dan ergonomis diharapkan meningkatkan konsentrasi serta kenyamanan tim medis saat melakukan tindakan bedah.

“Ke depan kami akan terus berbenah untuk menjawab tantangan kesehatan modern yang semakin kompleks dan memberikan pelayanan terbaik bagi seluruh pasien,” kata Retno.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

DPRD Pasuruan Siap Bahas Raperda Kerja Sama Daerah untuk Propemperda 2026

16 Juni 2026 - 23:11 WIB

Ketua Dekranasda Pasuruan Dorong Perajin Batik Perluas Pasar Digital

16 Juni 2026 - 17:52 WIB

Doa Bersama Sambut 1 Muharram, Bupati Pasuruan Ajak Warga Jadikan Semangat Hijrah sebagai Inspirasi

15 Juni 2026 - 19:25 WIB

KORMI dan Dinkes Pasuruan Gelar Cek Kebugaran Masyarakat untuk Dukung GERMAS

9 Juni 2026 - 10:00 WIB

Konflik Agraria 65 Tahun di Pasuruan Dibawa ke DPR RI, Bupati Minta Kepastian Hukum untuk Warga

5 Juni 2026 - 12:56 WIB

Trending di Headline