Menu ✖

Otomatis
Breaking News

Pemerintah

Mensos Minta Daerah Percepat Pemutakhiran Data Penerima Bansos

badge-check

Mensos Minta Daerah Percepat Pemutakhiran Data Penerima Bansos Perbesar

OBORNASIONAL.COM, PASURUAN – Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul mendorong percepatan pemutakhiran Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) agar penyaluran bantuan sosial tidak salah sasaran.

Hal itu disampaikan dalam sosialisasi DTSEN yang dihadiri camat, kepala desa, dan pilar-pilar sosial di Gedung Diponegoro, Bangil, Kabupaten Pasuruan, Sabtu, 7 Februari 2026.

Gus Ipul mengatakan akurasi data menjadi fondasi utama seluruh kebijakan bantuan sosial. Menurut dia, pembenahan data merupakan perintah langsung Presiden Prabowo Subianto yang harus dijalankan pemerintah pusat hingga daerah. “Kalau datanya keliru, kebijakannya juga akan meleset,” kata Gus Ipul.

Ia menyebut pemutakhiran data tidak bisa hanya mengandalkan jalur administratif. Proses verifikasi harus melibatkan musyawarah di tingkat dusun, RT, dan RW agar kondisi sosial ekonomi warga tergambar secara riil. Data yang dihimpun di daerah, kata dia, akan menjadi rujukan utama pemerintah pusat dalam menetapkan program bantuan.

Gus Ipul mencontohkan pengalaman Kabupaten Banyuwangi dalam membenahi data penerima bantuan sosial. Pada awalnya, tingkat ketidaktepatan sasaran mencapai 77 persen. Setelah dilakukan pembaruan data secara berkelanjutan dan melibatkan masyarakat, angka tersebut turun menjadi 28 persen.

Kementerian Sosial menargetkan tingkat kesalahan data bantuan sosial bisa ditekan hingga di bawah 10 persen, bahkan 5 persen, seiring penerapan digitalisasi penyaluran bantuan. “Digitalisasi akan mempersempit ruang kesalahan dan manipulasi data,” ujar dia.

Selain membahas DTSEN, Gus Ipul juga menyinggung program Sekolah Rakyat yang digagas pemerintah untuk memperluas akses pendidikan bagi anak-anak dari keluarga miskin. Sekolah berasrama itu akan dibangun secara permanen dengan kapasitas sekitar 1.000 siswa dari jenjang sekolah dasar hingga sekolah menengah atas.

Menurut dia, hingga tahun ini pemerintah telah membangun 104 titik Sekolah Rakyat di berbagai daerah, termasuk di Kota Pasuruan. Melalui pemutakhiran data yang akurat, masyarakat yang masuk dalam kelompok desil satu dan dua dipastikan memperoleh pendidikan gratis hingga jenjang perguruan tinggi.

“Semua kembali ke data. Kalau datanya tepat, tidak ada keluarga miskin yang terlewat dari bantuan maupun akses pendidikan,” kata Gus Ipul.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Baca Lainnya

Jalan Santai Hari Santri di Bulusari, Busana Tempo Doeloe Jadi Pengingat Perjuangan

18 Okt 2026 - 21:26 WIB

Jalan Santai Hari Santri di Bulusari, Busana Tempo Doeloe Jadi Pengingat Perjuangan

Ketua dan Anggota DPRD Pasuruan Jalani Pemeriksaan Kesehatan Tahunan di RSUD Bangil

15 Okt 2026 - 19:38 WIB

Ketua dan Anggota DPRD Pasuruan Jalani Pemeriksaan Kesehatan Tahunan di RSUD Bangil

Barang Bukti Perkara Inkracht Dimusnahkan Kejari Pasuruan

15 Okt 2026 - 17:37 WIB

Barang Bukti Perkara Inkracht Dimusnahkan Kejari Pasuruan

Lewat Dongeng Medi si Gigi Putih, Mela Rusdi Ajak Anak Pasuruan Rajin Sikat Gigi

13 Okt 2026 - 16:18 WIB

Lewat Dongeng Medi si Gigi Putih, Mela Rusdi Ajak Anak Pasuruan Rajin Sikat Gigi

PT Tirta Fresindo Jaya dan Kodim Pasuruan Renovasi Rumah Warga di Gambir Kuning

12 Okt 2026 - 22:02 WIB

PT Tirta Fresindo Jaya dan Kodim Pasuruan Renovasi Rumah Warga di Gambir Kuning
Trending di Headline