OBORNASIONAL.COM, PASURUAN – Pemerintah Kabupaten Pasuruan Regency melakukan audiensi dengan Pusat Investasi Pemerintah di bawah Ministry of Finance of the Republic of Indonesia pada Kamis, 12 Maret 2026, guna membahas peluang pembiayaan bagi sektor usaha mikro, pembangunan daerah, serta penguatan program pemberdayaan ekonomi masyarakat.
Pertemuan yang berlangsung di ruang rapat PIP Kementerian Keuangan itu membahas sejumlah agenda strategis, antara lain perluasan pembiayaan Ultra Mikro (UMi) bagi pelaku usaha mikro dan kecil, peluang investasi untuk mendukung pembangunan infrastruktur, serta skema kemitraan dalam program ekonomi berbasis masyarakat.

Bupati Pasuruan Rusdi Sutejo mengatakan pemerintah daerah saat ini menghadapi tekanan fiskal akibat pemotongan dana transfer, sehingga diperlukan alternatif pembiayaan untuk menjaga keberlanjutan program prioritas.
“Tahun ini tantangan bagi kami adalah potongan dana yang cukup besar. Pembiayaan PIP ini untuk UMKM terutama adalah percepatan program presiden dan program MBG,” kata Rusdi.
Menurut dia, kebutuhan pembiayaan juga berkaitan dengan pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis di daerah. Saat ini terdapat 55 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang masih berjalan di Kabupaten Pasuruan.
Pemerintah kabupaten mendorong agar pengelolaan program tersebut melibatkan yayasan lokal dan koperasi pondok pesantren. Namun, keterbatasan modal masih menjadi hambatan utama bagi lembaga lokal untuk terlibat sebagai pelaksana program.
Rusdi menyebut dukungan pembiayaan dari PIP diperlukan agar yayasan lokal dan koperasi dapat memperluas kapasitas layanan sekaligus memperkuat rantai pasok bahan baku.
Ia menambahkan, sejumlah petani di Pasuruan mulai menanam komoditas pendukung seperti pisang cavendish dan cabai rawit untuk memenuhi kebutuhan program MBG maupun pengembangan Koperasi Desa Merah Putih.
“Alhamdulillah cukup menggerakkan ekonomi. Petani juga mendapat bantuan seperti pupuk subsidi dan bibit,” ujarnya.
Selain sektor pertanian, pemerintah daerah juga menilai pelaku usaha kecil menengah dan industri kecil menengah membutuhkan akses pembiayaan agar mampu meningkatkan kapasitas produksi dan daya saing.
Audiensi tersebut diharapkan menjadi langkah awal kerja sama konkret antara Pemerintah Kabupaten Pasuruan dan PIP untuk memperkuat pertumbuhan ekonomi daerah secara inklusif dan berkelanjutan.(*)














