OBORNASIONAL.COM, SURABAYA – Pengurus baru Komite Olahraga Masyarakat Indonesia (KORMI) Jawa Timur melakukan audiensi dengan Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Timur, Adhy Karyono, di Gedung Negara Grahadi, Surabaya.
Pertemuan ini membahas sejumlah agenda strategis olahraga masyarakat, baik di tingkat daerah maupun nasional.

Dalam pertemuan tersebut, KORMI Jatim memaparkan rencana pelantikan kepengurusan masa bakti 2026–2030 yang dijadwalkan berlangsung dalam waktu dekat.
Selain itu, turut dibahas persiapan Forum Provinsi (Forprov) III yang akan digelar di Kabupaten Jember pada tahun ini, serta kesiapan menuju Forum Olahraga Nasional (Fornas) 2027 di Palu.
Agenda lain yang mengemuka adalah pelaksanaan program Gerakan Masyarakat Aktif dan Bugar (GEMAR) yang diinisiasi Kementerian Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia untuk tahun anggaran 2026.
Program ini direncanakan berlangsung di berbagai titik Car Free Day di Pulau Jawa sebagai upaya mendorong partisipasi masyarakat dalam aktivitas olahraga.
Menanggapi paparan tersebut, Adhy Karyono menyatakan dukungannya terhadap seluruh program yang disampaikan. Ia menekankan pentingnya koordinasi lintas sektor dalam pelaksanaan kegiatan.
“Semua agenda ini harus dibicarakan dengan pihak terkait. Kolaborasi semua elemen adalah kunci. Jangan berjalan sendiri. Patuhi aturan dan kondisi yang ada,” ujar Adhy.
Selain itu, ia juga memberikan arahan terkait pemanfaatan kembali aset sekretariat dan inventaris KORMI Jawa Timur di kawasan Bandilan, serta menyoroti pentingnya pengelolaan anggaran yang tertib dan akuntabel.
Di akhir pertemuan, Adhy mempersilakan KORMI Jatim untuk melanjutkan program yang telah dirancang, dengan dukungan dari pemerintah provinsi.
“Silakan berjalan terus dan berproses menjalankan setiap kegiatan dan program yang sudah ada. Pemerintah provinsi akan mendukung upaya memasyarakatkan olahraga yang sehat, bugar, dan gembira,” katanya.
Audiensi ini diharapkan menjadi langkah awal penguatan sinergi antara KORMI Jatim dan pemerintah daerah dalam mengembangkan olahraga masyarakat di Jawa Timur.(*)














