Menu

Mode Gelap
Sebanyak 70 Orang di Kentucky, AS Tewas usai Diterjang Tornado Dahsyat Kemendag Cabut Larangan Penjualan Minyak Goreng Curah Berita Populer: Uji Coba Gage ke Anyer-Kunjungan Wisman 2022 Diprediksi Rendah Bosen Kerja Kantoran? Jadi Atlet MMA Aja! Di Negeri Sawit, Minyak Goreng Tak Terjangkau Belum Punya Mobil saat Merintis Karier, Andre Taulany: Ke Mana-mana Naik Angkot

Pemerintah

Pansus DPRD Pasuruan Rekomendasikan Moratorium Proyek Perumahan di Lereng Arjuno–Welirang

badge-check


					Pansus DPRD Pasuruan Rekomendasikan Moratorium Proyek Perumahan di Lereng Arjuno–Welirang Perbesar

OBORNASIONAL.COM, PASURUAN – Panitia Khusus (Pansus) Real Estate DPRD Kabupaten Pasuruan merekomendasikan penghentian total atau moratorium permanen rencana pembangunan perumahan di kawasan lereng Gunung Arjuno–Welirang. Rekomendasi itu disampaikan dalam rapat paripurna, Senin, 20 April 2026.

Ketua Pansus, Sugiyanto, mengatakan keputusan tersebut merupakan hasil pembahasan selama enam bulan dengan melibatkan sejumlah organisasi perangkat daerah, pendapat ahli, serta kunjungan lapangan. “Dari hasil kajian, proyek ini bermasalah secara prosedur maupun substansi,” kata dia dalam sidang paripurna.

Menurut Sugiyanto, rencana pembangunan di kawasan eks hutan produksi itu dinilai tidak layak dilanjutkan karena berpotensi melanggar ketentuan peraturan perundang-undangan. Pansus, kata dia, meminta bupati menghentikan proyek secara permanen.

Selain moratorium, pansus juga merekomendasikan pencabutan seluruh izin yang telah diterbitkan, termasuk Persetujuan Kesesuaian Kegiatan Pemanfaatan Ruang (PKKPR) apabila terbukti bertentangan dengan regulasi. Pansus juga mendorong agar fungsi kawasan dikembalikan sebagai zona lindung dan daerah resapan air melalui evaluasi Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW).

DPRD juga meminta pemerintah daerah berkoordinasi dengan pemerintah pusat, termasuk Kementerian Kehutanan, untuk meninjau ulang proses yang telah berjalan, terutama terkait pelepasan kawasan hutan.

Ketua DPRD Kabupaten Pasuruan, Samsul Hidayat, mengatakan rekomendasi tersebut akan dibahas di tingkat pimpinan sebelum disampaikan kepada bupati. “Akan kami tindak lanjuti sebagai bahan keputusan pemerintah daerah,” ujarnya.

Di sisi lain, Wakil Ketua Aliansi Gerakan Masyarakat Peduli Hutan (GEMA DUTA), Hadi Sucipto, mengapresiasi langkah pansus. Namun, ia meminta kejelasan terkait pencabutan sertifikat hak guna bangunan (HGB) agar tidak menjadi dasar hukum bagi pengembang. “Kalau tidak dicabut, berpotensi menimbulkan persoalan di kemudian hari,” kata dia.

Penolakan warga terhadap rencana pembangunan tersebut telah berlangsung sejak 2025. Warga di Kecamatan Prigen, terutama di Kelurahan Pecalukan dan Ledug, menilai alih fungsi kawasan hutan berpotensi merusak lingkungan dan mengancam sumber air.

Polemik yang terus berkembang mendorong DPRD Kabupaten Pasuruan membentuk pansus untuk mengkaji proyek tersebut secara komprehensif.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Retret Ketua DPRD se-Indonesia, Upaya Penguatan Kepemimpinan Legislatif Daerah

19 April 2026 - 14:11 WIB

CSR Bank Jatim Renovasi SDN Petung III, Bupati Pasuruan Apresiasi Dukungan Pendidikan

15 April 2026 - 21:50 WIB

Ruwatan Budaya Banyubiru Warnai Peringatan Hari Kartini di Pasuruan

12 April 2026 - 18:40 WIB

DPRD Kabupaten Pasuruan Beri Rekomendasi atas LKPJ Bupati 2025

8 April 2026 - 16:51 WIB

Empat Jabatan Kepala OPD di Kabupaten Pasuruan Terisi, Bupati Rusdi Terapkan Sistem Merit

1 April 2026 - 18:25 WIB

Trending di Headline