Menu ✖

Otomatis
Breaking News

Pemerintah

BBWS Brantas Siapkan Skema Penanganan Sungai Wrati, Warga Desak Aksi Nyata

badge-check

BBWS Brantas Siapkan Skema Penanganan Sungai Wrati, Warga Desak Aksi Nyata Perbesar

OBORNASIONAL.COM, PASURUAN – Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Brantas menyatakan telah menyiapkan skema penanganan Sungai Wrati di Kabupaten Pasuruan, menyusul banjir tahunan yang kerap melanda sejumlah desa di bantaran sungai tersebut.

Pernyataan itu disampaikan dalam pertemuan antara BBWS Brantas, Pemerintah Kabupaten Pasuruan, Pemerintah Provinsi Jawa Timur, serta Forum DAS Wrati di kantor BBWS Brantas, Surabaya, Kamis, 23 April 2026.

Kepala Bidang Perencanaan BBWS Brantas, Silo, mengatakan pihaknya telah merumuskan langkah penanganan jangka pendek, menengah, dan panjang. Untuk tahap awal, BBWS merencanakan normalisasi sungai, pelebaran badan Sungai Wrati dari 13 meter menjadi 20 meter, serta pemanfaatan Sungai Bangil sebagai tampungan debit air.

“Total kebutuhan anggaran sekitar Rp 9 miliar dan sudah kami ajukan ke pemerintah pusat,” kata Silo.

Namun, pemerintah daerah menegaskan kewenangan pengelolaan Sungai Wrati berada di tangan BBWS Brantas. Kepala Dinas PU SDA-BM-BK Kabupaten Pasuruan, Sarinah, mengatakan pihaknya hanya dapat mendukung jika diminta secara resmi.

“Kami siap membantu, termasuk dari sisi anggaran, sepanjang mekanismenya jelas dan tidak menimbulkan persoalan hukum,” ujarnya.

Keluhan datang dari pemerintah desa dan warga terdampak. Kepala Desa Kedungringin, Rizky Wahyuni, menyebut banjir telah menjadi persoalan menahun selama lebih dari tiga dekade. Dalam lima tahun terakhir, genangan air disebut semakin lama surut.

“Bantuan yang datang selama ini hanya bersifat darurat, belum menyentuh solusi permanen,” katanya.

Ketua Forum DAS Wrati, Henry Ki Demang, mendesak BBWS Brantas segera merealisasikan rencana yang telah disusun. Ia juga meminta kejelasan pembagian peran antarinstansi dalam penanganan Sungai Wrati.

Menurut dia, jika BBWS menghadapi kendala, terutama soal anggaran, maka perlu ada skema kolaborasi yang tegas. “Kalau tidak mampu, sebaiknya kewenangan dilimpahkan ke pemerintah provinsi atau kabupaten,” ujarnya.

Forum DAS Wrati bersama pemerintah desa menyatakan siap membantu proses sosialisasi kepada warga, terutama terkait rencana pelebaran sungai yang berpotensi berdampak pada lahan masyarakat.

Hingga kini, warga di bantaran Sungai Wrati masih menunggu realisasi langkah konkret pemerintah untuk mengatasi banjir yang terus berulang setiap musim hujan.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Baca Lainnya

PT Tirta Fresindo Jaya dan Kodim Pasuruan Renovasi Rumah Warga di Gambir Kuning

12 Okt 2026 - 22:02 WIB

PT Tirta Fresindo Jaya dan Kodim Pasuruan Renovasi Rumah Warga di Gambir Kuning

Polres Pasuruan Telusuri Dugaan Tambang Tanpa Izin di Lemahbang

11 Okt 2026 - 21:18 WIB

Polres Pasuruan Telusuri Dugaan Tambang Tanpa Izin di Lemahbang

Kontingen FORBASI Kabupaten Pasuruan Dilepas untuk Kejurda Jatim 2026

8 Okt 2026 - 13:36 WIB

Kontingen FORBASI Kabupaten Pasuruan Dilepas untuk Kejurda Jatim 2026

Azizul Ahmad Dilantik Jadi Kepala Kewilayahan Dusun Randupitu, Raih Nilai Tertinggi Seleksi

7 Okt 2026 - 13:47 WIB

Azizul Ahmad Dilantik Jadi Kepala Kewilayahan Dusun Randupitu, Raih Nilai Tertinggi Seleksi

DPRD Pasuruan Bahas Lima Raperda, Rencana Pilkades Empat Gelombang Jadi Sorotan

30 Sep 2026 - 16:29 WIB

DPRD Pasuruan Bahas Lima Raperda, Rencana Pilkades Empat Gelombang Jadi Sorotan
Trending di Headline