OBORNASIONAL.COM, PASURUAN – Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Pasuruan, drg. Merita Rusdi Sutejo, menyasar sekolah hingga perguruan tinggi untuk mengampanyekan pencegahan perkawinan usia anak melalui program CEPAK.
Edukasi ini ditujukan untuk meningkatkan kesadaran remaja mengenai risiko perkawinan dini dan pentingnya mempersiapkan masa depan.

Pada Kamis, 29 Oktober 2026, Merita menyampaikan sosialisasi tersebut kepada ratusan mahasiswi Akademi Kebidanan (Akbid) Sakinah. Istri Bupati Pasuruan Rusdi Sutejo itu mengingatkan bahwa perkawinan anak bukan semata persoalan pilihan pribadi, melainkan juga berkaitan dengan pemenuhan hak-hak dasar anak.
Menurut Merita, perkawinan pada usia anak berisiko menghambat akses terhadap pendidikan, kesehatan, dan pemenuhan gizi. Anak juga rentan kehilangan perlindungan dari kekerasan dan eksploitasi, serta kesempatan menjalani masa kanak-kanak secara layak.
“Saya ingin semua remaja di sini tahu bahwa jangan sampai menikah di bawah umur. Setiap anak harus bebas dari segala bentuk eksploitasi serta mendapatkan peluang masa depan yang sama baiknya,” kata Merita dalam kegiatan tersebut.
Ia mengatakan sosialisasi CEPAK merupakan bagian dari upaya preventif untuk membangun pemahaman masyarakat mengenai dampak perkawinan anak. Edukasi, menurut dia, perlu dilakukan secara berkelanjutan agar remaja dapat mengambil keputusan yang mempertimbangkan masa depan mereka.
Merita juga mengingatkan bahwa pernikahan membutuhkan kesiapan yang tidak hanya diukur dari usia atau perasaan cinta. Kematangan mental, kondisi fisik, keberlanjutan pendidikan, dan kemampuan ekonomi menjadi sejumlah aspek yang perlu dipertimbangkan.
“Pernikahan bukan sekadar persoalan cinta atau usia, tetapi juga membutuhkan kesiapan mental, fisik, pendidikan, dan ekonomi. Menikah bukan perlombaan siapa yang paling cepat, tetapi siapa yang paling siap,” ujarnya.
Ia meminta para mahasiswi tidak membiarkan keputusan yang diambil terlalu dini menghambat pendidikan maupun cita-cita yang telah direncanakan.
“Jangan sampai cita-cita yang sudah kalian bangun harus terhenti karena keputusan yang diambil terlalu dini,” kata Merita.
Selain menyasar kalangan remaja, Merita mendorong kader PKK memperluas edukasi kepada masyarakat. Ia menilai perlindungan anak membutuhkan keterlibatan bersama, terutama untuk memastikan hak anak terpenuhi dan tumbuh kembang mereka terlindungi.
“Melalui sosialisasi CEPAK ini, semua pihak harus kompak untuk memperjuangkan hak anak-anak dalam mendapatkan keadilan, terutama dalam perlindungan tumbuh kembangnya,” tuturnya.(*)












