OBORNASIONAL.COM, PASURUAN – Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Bangil masa khidmat 2026–2031 resmi dilantik di Gedung Graha NU, Desa Baujeng, Kecamatan Beji, Kabupaten Pasuruan, Minggu, 7 Juni 2026.
Pelantikan tersebut menandai dimulainya masa kepengurusan baru hasil Konferensi Cabang yang berlangsung pada November 2025.

Acara dihadiri jajaran Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur, pengurus Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU), pengurus ranting, serta sejumlah kiai dan tokoh NU di wilayah kerja PCNU Bangil yang meliputi enam kecamatan.
Pelantikan dipimpin Wakil Katib Syuriah PWNU Jawa Timur, Misbahul Munir. Rais Syuriah PWNU Jawa Timur, KH Anwar Manshur, turut memberikan doa dan ucapan selamat kepada para pengurus yang dilantik.
Ketua Umum PBNU, Yahya Cholil Staquf, dalam sambutannya menekankan pentingnya kemampuan organisasi beradaptasi dengan perkembangan zaman. Menurut dia, transformasi digital harus menjadi bagian dari penguatan tata kelola organisasi Nahdlatul Ulama hingga tingkat paling bawah.
“NU harus terus bergerak mengikuti perubahan zaman. Kemampuan beradaptasi adalah kunci agar tidak tertinggal,” kata Yahya.
Ia menilai digitalisasi dapat mempermudah koordinasi dan pengelolaan organisasi secara terintegrasi, mulai dari tingkat cabang, majelis wakil cabang, hingga ranting. Selain itu, penguatan struktur organisasi dan kaderisasi dinilai menjadi faktor penting dalam menjaga keberlanjutan gerakan NU.
Yahya berharap kepengurusan PCNU Bangil periode 2026–2031 mampu memperluas manfaat organisasi bagi warga Nahdliyin dan masyarakat secara umum.
Ketua Tanfidziyah PCNU Bangil yang baru dilantik, Eddy Supriyanto, mengatakan pihaknya segera menggelar musyawarah kerja untuk menyusun agenda lima tahun ke depan. Salah satu program yang menjadi prioritas adalah pembentukan badan usaha milik NU sebagai upaya memperkuat kemandirian organisasi.
“Kami akan membidik program prioritas dan program super prioritas. Yang saat ini akan kami jadikan super prioritas adalah pendirian badan usaha milik NU. Insyaallah akan kami launching berupa air mineral Nuansa NU,” ujar Eddy.
Rencana tersebut mendapat apresiasi dari Ketua Tanfidziyah PWNU Jawa Timur, KH Abdul Hakim Mahfudz. Menurut dia, langkah PCNU Bangil mengembangkan usaha air minum kemasan merupakan bentuk konkret dalam membangun kemandirian organisasi.
“Ini sangat bisa menjaga kemandirian. Semangat kemandirian Bangil ini bisa dijadikan motivasi. Apa yang kita lakukan adalah khidmat untuk ummah,” kata Abdul Hakim.
Ia berharap kepengurusan baru mampu menjaga kekompakan dan konsistensi dalam menjalankan pengabdian kepada umat serta memperkuat peran NU di tengah masyarakat.(*)













