OBORNASIONAL.COM, PASURUAN – Pemerintah Kabupaten Pasuruan mulai mendorong pengembangan olahraga elektronik atau e-sport sebagai salah satu cabang olahraga prestasi bagi generasi muda. Salah satunya melalui penyelenggaraan Turnamen Bupati Cup E-Sport Free Fire 2026 yang digelar di Pendopo Nyawiji Ngesti Wenganing Gusti, Sabtu, 31 Oktober 2026.
Kompetisi tersebut diikuti 24 tim dengan total 96 peserta. Mereka berasal dari kalangan pelajar dan masyarakat umum yang mewakili 18 kecamatan di Kabupaten Pasuruan.

Ketua Komite Olahraga Masyarakat Indonesia (KORMI) Kabupaten Pasuruan, drg. Merita Rusdi Sutejo, hadir mewakili Bupati Pasuruan HM Rusdi Sutejo sekaligus membacakan sambutan kepala daerah.
Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Kabupaten Pasuruan, Mohammad Agus Masjhady, mengatakan turnamen ini menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah menjaring pemain potensial yang dapat dibina menjadi atlet e-sport berprestasi.
Menurut dia, kompetisi tersebut juga diarahkan untuk mempersiapkan atlet daerah menghadapi kejuaraan olahraga tingkat Provinsi Jawa Timur.
Penyelenggaraan kegiatan ini mengacu pada Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2022 tentang Keolahragaan dan Peraturan Presiden Nomor 86 Tahun 2021 tentang Desain Besar Olahraga Nasional. Adapun pembiayaannya bersumber dari APBD Kabupaten Pasuruan Tahun Anggaran 2026 melalui Dinas Pemuda dan Olahraga.
Dalam sambutan Bupati yang dibacakannya, Merita menyampaikan bahwa perkembangan teknologi telah mengubah cara masyarakat memandang permainan daring. E-sport, kata dia, kini tidak lagi sebatas hiburan, tetapi telah berkembang menjadi cabang olahraga yang membutuhkan strategi, kecepatan mengambil keputusan, ketahanan mental, dan kerja sama tim.
“Kami tidak ingin anak-anak muda Pasuruan hanya jago push rank di kamar atau di warung kopi saja, tetapi harus punya panggung resmi untuk menyalurkan bakatnya secara kompetitif dan terarah,” pesan Bupati Rusdi.
Melalui kompetisi ini, pemerintah daerah berharap para pemain muda memperoleh ruang untuk mengembangkan kemampuan sekaligus merasakan atmosfer pertandingan yang kompetitif dan terorganisasi.
Turnamen tersebut juga diharapkan mempertemukan komunitas e-sport dari berbagai kecamatan. Dari kompetisi antartim ini, pemerintah daerah menargetkan munculnya pemain berbakat yang dapat mewakili Kabupaten Pasuruan dalam kejuaraan tingkat provinsi hingga nasional.
Namun, Bupati juga mengingatkan agar perkembangan e-sport tidak membuat generasi muda mengabaikan tanggung jawab lainnya. Pendidikan, kesehatan, ibadah, penghormatan kepada orang tua, serta kewajiban dalam pekerjaan tetap harus menjadi prioritas.
Sportivitas dan kedisiplinan juga menjadi pesan penting yang disampaikan kepada seluruh peserta. Menurut pesan dalam sambutan tersebut, kemenangan bukan satu-satunya tujuan kompetisi. Turnamen juga harus menjadi ruang pembentukan karakter dan mempererat persaudaraan antarpemain.
Turnamen Bupati Cup E-Sport Free Fire 2026 pun resmi dibuka. Sebanyak 24 tim kini berkompetisi untuk menunjukkan kemampuan sekaligus membuka peluang menjadi bagian dari pembinaan atlet e-sport Kabupaten Pasuruan.(*)












