Menu

Mode Gelap
Sebanyak 70 Orang di Kentucky, AS Tewas usai Diterjang Tornado Dahsyat Kemendag Cabut Larangan Penjualan Minyak Goreng Curah Berita Populer: Uji Coba Gage ke Anyer-Kunjungan Wisman 2022 Diprediksi Rendah Bosen Kerja Kantoran? Jadi Atlet MMA Aja! Di Negeri Sawit, Minyak Goreng Tak Terjangkau Belum Punya Mobil saat Merintis Karier, Andre Taulany: Ke Mana-mana Naik Angkot

Peristiwa

Tangisan di Tengah Malam, Bayi Malang Ditemukan di Bekas Kolam Lele Gunung Gangsir

badge-check


					Tangisan di Tengah Malam, Bayi Malang Ditemukan di Bekas Kolam Lele Gunung Gangsir Perbesar

OBORNASIONAL.COM, PASURUAN – Malam itu, Sabtu (6/9/2025), suasana Dusun Gunung Gangsir, Kecamatan Beji, Kabupaten Pasuruan, begitu lengang. Hanya cahaya lampu jalan yang temaram menemani warga pulang usai menikmati pentas seni. Namun keheningan mendadak pecah oleh suara tangisan lirih seorang bayi.

Diah dan seorang temannya yang melintas sontak berhenti. Rasa penasaran bercampur cemas membuat mereka segera melapor kepada Ketua RT setempat, Muhtar (53). Bersama Mulyanto (43), Muhtar bergegas mencari sumber suara yang terdengar dari lahan kosong.

Benar saja, di sebuah bekas kolam lele milik warga bernama Abil, mereka mendapati pemandangan yang memilukan: seorang bayi mungil tergeletak tanpa daya. Malam yang awalnya tenang seketika berubah mencekam.

“Waktu ditemukan, bayinya menangis kencang. Kami langsung panik dan segera membawanya ke bidan desa,” ujar Muhtar.

Bayi tersebut kemudian dievakuasi ke rumah bidan Hj. Aminah untuk mendapatkan pertolongan pertama. Kondisinya kini dilaporkan stabil.

Kasus ini telah dilaporkan ke Polsek Beji. Kapolsek Kompol Sukiyanto menegaskan pihaknya tengah menyelidiki untuk mengungkap siapa orang tua maupun pelaku yang tega meninggalkan darah dagingnya sendiri.

“Bayi sudah dalam penanganan medis. Kami masih melakukan pendalaman untuk mengungkap identitas orang tua serta motif pembuangan,” ujarnya.

Hingga kini, polisi terus mengumpulkan keterangan saksi. Sementara itu, warga berharap bayi tersebut mendapatkan kehidupan yang lebih baik, jauh dari perlakuan kejam yang menimpanya di awal kehidupan.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

May Day 2026, Bupati Pasuruan Klaim Hubungan Industrial Tetap Kondusif

1 Mei 2026 - 21:27 WIB

Peran Orang Tua Ditekankan untuk Cegah Perkawinan Dini di Era Digital

29 April 2026 - 17:25 WIB

BBWS Brantas Siapkan Skema Penanganan Sungai Wrati, Warga Desak Aksi Nyata

23 April 2026 - 17:02 WIB

PCNU Bangil Tegaskan Legalitas Unuba, Polemik Yayasan Pancawahana Memanas

22 April 2026 - 15:12 WIB

Talkshow Kesehatan Ibu Hamil Warnai Peringatan Hari Kartini di Kabupaten Pasuruan

21 April 2026 - 23:50 WIB

Trending di Headline