Menu

Mode Gelap
Sebanyak 70 Orang di Kentucky, AS Tewas usai Diterjang Tornado Dahsyat Kemendag Cabut Larangan Penjualan Minyak Goreng Curah Berita Populer: Uji Coba Gage ke Anyer-Kunjungan Wisman 2022 Diprediksi Rendah Bosen Kerja Kantoran? Jadi Atlet MMA Aja! Di Negeri Sawit, Minyak Goreng Tak Terjangkau Belum Punya Mobil saat Merintis Karier, Andre Taulany: Ke Mana-mana Naik Angkot

Pemerintah

Inflasi Pasuruan Terkendali Sepanjang Januari–November, TPID Paparkan Faktor Penopang

badge-check


					Inflasi Pasuruan Terkendali Sepanjang Januari–November, TPID Paparkan Faktor Penopang Perbesar

OBORNASIONAL.COM, PASURUAN – Laju inflasi di Kabupaten Pasuruan tercatat stabil sepanjang Januari hingga November 2025. Hal itu ditegaskan Wakil Bupati Pasuruan, Shobih Asrori, saat membuka High Level Meeting Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kabupaten Pasuruan di Auditorium Mpu Sindok, Kompleks Kantor Bupati Pasuruan, Kamis, 4 Desember 2025.

Shobih menyebut terkendalinya inflasi merupakan hasil konsistensi dan sinergi berbagai lembaga, mulai dari Bank Indonesia Malang, TPID Provinsi Jawa Timur, Bulog Malang, hingga TPID Kabupaten Pasuruan.

“Banyak program yang sudah kami jalankan untuk mengendalikan inflasi, salah satunya melalui forum HLM ini,” ujar Shobih.

Ia menuturkan, sejumlah langkah stabilisasi harga telah dilakukan sepanjang tahun. Di antaranya operasi pasar beras SPHP dan minyakita, gelar pasar murah, gerakan pangan murah, serta monitoring kebutuhan pokok dan penting (bapokting) di sejumlah pasar tradisional.

“Operasi SPHP dan minyakita menyasar pedagang pasar tradisional, sementara pasar murah digelar di lokasi yang banyak dikunjungi masyarakat,” kata dia.

Ketua Harian TPID Kabupaten Pasuruan, Yudha Triwidya Sasongko, memaparkan bahwa wilayahnya mengalami deflasi selama 18 minggu akibat penurunan harga komoditas pangan bergejolak (volatile food).

Komoditas penyumbang deflasi antara lain cabai rawit, cabai merah, bawang putih, gula pasir, telur ayam ras, daging ayam ras, dan bawang merah.

Menurut Yudha, turunnya harga sejumlah komoditas ditopang melimpahnya pasokan pangan, penurunan biaya produksi, serta kebijakan penyesuaian tarif dasar listrik pada Januari–Februari lalu.

Meski demikian, Kabupaten Pasuruan juga mencatat inflasi selama 24 minggu pada periode yang sama.

Komoditas penyumbang inflasi meliputi cabai rawit, cabai merah, minyak goreng, beras, telur ayam ras, bawang merah, daging ayam ras, gula pasir, daging sapi, dan pisang.

Yudha menjelaskan, inflasi dipicu meningkatnya permintaan saat hari besar keagamaan, anomali iklim yang memicu gagal panen, serta kenaikan biaya produksi seperti pupuk, pakan ternak, dan jasa pengolahan.

“TPID terus memantau ketersediaan stok barang kebutuhan pokok dan melakukan stabilisasi melalui operasi pasar bersama Bulog, distributor, pedagang besar, hingga petani dan peternak,” ujarnya.

Ia memastikan langkah pemantauan dan intervensi harga akan terus diperkuat untuk menjaga stabilitas inflasi di Kabupaten Pasuruan hingga akhir tahun.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Rokok Ilegal Rp 6,39 Miliar Dimusnahkan di Pasuruan

27 April 2026 - 12:26 WIB

KORMI Pasuruan Tekankan Kolaborasi dan Inovasi Olahraga Masyarakat

25 April 2026 - 14:10 WIB

KORMI Jatim Temui Sekda, Bahas Pelantikan hingga Program GEMAR 2026

24 April 2026 - 11:48 WIB

BBWS Brantas Siapkan Skema Penanganan Sungai Wrati, Warga Desak Aksi Nyata

23 April 2026 - 17:02 WIB

1.634 Jemaah Haji Pasuruan Diberangkatkan Bertahap, 77 Orang Masuk Kategori Rentan

22 April 2026 - 22:34 WIB

Trending di Pemerintah